Jalan raya - menarik jadi cermin budaya - karena di situ bisa ditonton pertemuan banyak orang dan kelakuannya.
Di situ bisa dilihat bagaimana kendaraan saling serobot , lampu merah dan rambu sering tidak ada maknanya. Mengambil hak orang lain bukan dgn rasa bersalah - jangan2 malah bangga.
Polisi, sang penjaga - malah sembunyi di balik pohon menunggu "mangsa". "Makin banyak yg melanggar makin baik" , lalu apa artinya kata "menjaga" - mungkin harus diganti kata "menjebak".
Jika ada yg celaka, jalanan langsung macet - bukan karena menolong, tapi sekedar nonton ! Padahal menonton itu berkonotasi "menikmati" !
Begitulah pikiran yg terbersit ketika sedang "sangat macet" karena ada tambahan pembangunan "busway". (Sebuah "proyek" yg sukses jika tujuannya adalah mensukseskan hanya busway).
Wednesday, December 22, 2004
Monday, December 13, 2004
Profesional
" Aku ini profesional , tidak mencampur jam kerja dan jam pribadi !"
" Apakah anda kadang2 teringat anak istri anda ketika anda bekerja !"
"Tentu ya !"
"Wah, kalau begitu kurang profesional donk !"
" Apakah anda kadang2 teringat anak istri anda ketika anda bekerja !"
"Tentu ya !"
"Wah, kalau begitu kurang profesional donk !"
Subscribe to:
Comments (Atom)

