Wednesday, December 22, 2004

Jalan raya

Jalan raya - menarik jadi cermin budaya - karena di situ bisa ditonton pertemuan banyak orang dan kelakuannya.

Di situ bisa dilihat bagaimana kendaraan saling serobot , lampu merah dan rambu sering tidak ada maknanya. Mengambil hak orang lain bukan dgn rasa bersalah - jangan2 malah bangga.

Polisi, sang penjaga - malah sembunyi di balik pohon menunggu "mangsa". "Makin banyak yg melanggar makin baik" , lalu apa artinya kata "menjaga" - mungkin harus diganti kata "menjebak".

Jika ada yg celaka, jalanan langsung macet - bukan karena menolong, tapi sekedar nonton ! Padahal menonton itu berkonotasi "menikmati" !

Begitulah pikiran yg terbersit ketika sedang "sangat macet" karena ada tambahan pembangunan "busway". (Sebuah "proyek" yg sukses jika tujuannya adalah mensukseskan hanya busway).

Monday, December 13, 2004

Profesional

" Aku ini profesional , tidak mencampur jam kerja dan jam pribadi !"
" Apakah anda kadang2 teringat anak istri anda ketika anda bekerja !"
"Tentu ya !"
"Wah, kalau begitu kurang profesional donk !"